Minggu, 22 Januari 2012

Proses tahapan turunnya Alquran


 Proses tahapan turunnya Alquran

Alquran mempunyai tiga eksestensi yaitu:
  1. Eksestensi Alquran di lau hul mahfuzh
  2.  Eksestensi Alquran di Baitul 'Izzah
  3. Eksestensi Alquran di bumi melalui penurunan kepada Nabi Muhammad SAW
Dalam proses tahapan turunnya Alquran mengalami dua fase yaitu:
1. penurunan Alquran dari Lauhul Mahfuzd ke Baitul 'izzah
2. penurunan Alquran dari Baitul 'Izzah kepada Nabi SAW

Alquran di Lauhul Mahfuzd
Dalam Alquran dijelaskan                                           
  بل هوا قرأن مجيد في لوح المحفوظ (البروج:21-22)
Ayat ini menjelaskan bahwa sebelum diturunkan ,Alquran berada di Lauhul Mahfuzd. Lauhul Mahfuzd ini adalah kitab yang terpelihara sebagimana disebutkan oleh Allah dalam Alquran
  انه لـقـرأن كريم في كـتاب مكنون لايمسه الا المطـــهــــر ونتنزيل  من رب العـالــــمين (الواقعة:77-80)
Berdasarkan ayat ini jumhur mufassirin berpendapat bahwa kitab yang terpelihara itu adalahLlauhul Mahfuzd, yaitu terpelihara dari pendengaran syaithan yang mencuri pendengaran secara sembunyi-sembunyi dan terpelihara perubahan dan pergantian. Sedangkan maknun berarti bahwa Alquran terpelihara dari kebatilan. Kedua makna ini berdekatan satu  sama lain. Adapun pembahasan selain dari itu seperti pembahasan tentang hakikat dan keberadaan nya, bagaimana semuanya bisa termaktub didalamnya, dan pena (kalam) apa yang digunakan untuk menulisnya ? hal ini tidak perlu kita imani, sebab tidak ada hadits shahih yang datang dari Nabi menerangkan semua ini. Seandainya ada pernyataan mengenai hal ini itu tentu tidak lain hanya berupa atsar sebagian sahabat yang masih diragukan kebenanranya.
            Hikmah keberadaan  Alquran   di Lauhul Mahfuzd ini adalah merujuk pada hikmah secara umum dari kebaradaan Lauhul Mahfuzd itu sendiri. Keberadaan nya sebagai catatan yang mencakup semua apa yang dan akan terjadi.Yakni sebagai saksi hidup  yang berbicara dan fenomena atau realitas yang paling otentik dalam menunjukkan keagungan Allah, ilmu dan kehendaknya. Dari sini tidak diragukan lagi bahwa keimanan terhadap keberadaannya akan memperkuat keimanan hamba kepada tuhanya, membangkitkan ketenangan dalam jiwa, meyakinkan berbagai hal yang dikemukakan oleh Allah SWT.
1.    Penurunan Alquran dari Lauhul Mahfuzd
Alquran diturunkan dengan sekaligus dari Lauhul Mahfuzd ke Baitul 'Izzah dilangit dunia. Berkenaan dengan penurunan sekaligus ini, apakah terjadi sesudah kenabian atau sebelum kenabian? Menurut ulama, ada dua pendapat, dan diantara pendapat yang terkuat adalah pendapat yang pertama, sebab, banyak atsar yang menunjukkan dan memperkuat pendapat tersebut. Proses penurunan yang pertama ini terjadi pada bulan ramadhan pada Lailatul Qadar.
            Dalil-dalil yang dijadikan pijakan pendapat pertama  ini adalah :       
a.    Firman Allah Ta'ala:                                                                   
اناانزله في ليلة القدر  (القدر:1)
"sesungguhnya kami telah menurunakan (Alquran) pada malam kemuliaan" (Q.S.Al-Qadar:1)

Kata "inzal" biasanya lebih banyak digunakan orang Arab untuk menunjukkan sesuatu yang diturunkan sekaligus hal ini berbeda dengan lafazd "tanzil" yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang diturunkan secara berangsur-angsur. Di samping itu perlu diperhatikan pernyataan bahwa Alquran juga diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Salama bertahun-tahun bukan hanya satu malam saja dan bukan pada bulan Ramadhan saja. Hal ini menunjukkan   bahwa penurunn Alquran yang disebut ayat tersebut beda dengan penurunannya kepada Nabi SAW secara berangsur-angsur selama kurang  lebih dari 23 tahun.1
b.    Atsar –atsar shahih yang menjelaskan saksipenurunan Alquran
1-Atsar yang dikeluarkan An-nasai,Hakim,danBahaqi, yang besumber dari Dawud bin Abu Hamid, dari Ikkrimah, dari Ibnu 'Abbas
انزل القرآن جملة واحدة الي السماء الدنيا ليلة القدرو ثم انزل بعد ذلك في عشرين سنين ثم قرأ (ولايأتونك بمثل الا جئناك بالحق واحسن تفسيرا-------الفرقان: 33)---(وقرآنا فرقناه لتقرءه علي الناس علي مكث ونزلناه تنزيلا ----:الاسراء: 106)
2-Atsar yang dikeluarkan Hakim dan Baihqi dari jalur Manshur dari Sa'ad bin Juabir,dari Ibni 'Abbas
انزل الفرقآن جملة واحدة الي السماء الدنيا ليلة القد روكان بمواقع النجوم وكان الله ينزل علي رسوله بعضه في اثر بعض----

As-suyuthi, dalam "Itqan"  dari Al-Qurtubi telah disepakati bahwa Alquran diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfuzd ke Baitil 'izzah di langit dunia, tetapi pengakuan tentang kesepakatan ini tidak dapat diterima. Sebab di antara para ulama ada yang tidak  sependapat dengan pendapat ini. Mereka menganggap bahwa ayat yang  menyatakan Alquran diturunkan dalam  satu jumlah hanya secara zahir, dan mereka menganggap ayat itu hanya merupakan permulan turunnya Alquran
Pendapat kedua adalah Alquran diturunkan ke langit dunia selama dua puluh, dua puluh tiga, atau dua puluh lima Lailatul Qadar. Ayat-ayat yang diturunkan pada setiap Lailatul Qadar tersebut, kemudian Allah SWT turunkan lagi dalam setiap tahun nya. Orang yang berpendapat seperti ini adalah Muqatil bin Hayan.4
   
2. penurunan Alquran dari langit Baitul 'Izzah kepada Nabi SAW
Penurunan (pewahyuan) Alquran dari Baitul 'Izzah kepada Nabi Muhammad SAW dengan proses (muparrakan/munajjaman) dalam kurun waktu 23 tahun sejak beliau di angkat menjadi rasul sampai beliau wafat. Dalil-dalil yang menunjukkan Alquran duturunkan secara berangsur-angsur diantaranya :

وقرآنا فرقنه لتقرءه علي الناس علي مكث ونزلناه تنزيلا(الاسراء:106)

وقال الذين كفروا لولا نزل  عليه القرآن جملة واحدة كذلك لنثبت به فؤادك ورتلناه ترتيلا (الفرقان: 32)  

CATATAN AKHIR

1-Studi Al-Quran Al-Karim, Prof.Dr. Syeikh Muhammad. Pustaka Setia. Cet.I. 1992.
2-Al-Itqan  Fi  Ulum  Alquran. Jalaluddin As-suyuti. Darul Fikri/Bairut. 1951
3-At-Tibyan fi  Ulumil  Quran, Muhammad 'Ali Ash-Shabuni, 'Alamul , Islam/Bairut,1985.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar